Kamis, 16 Oktober 2014

Manusia dan Kegelisahan

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
MANUSIA DAN KEGELISAHAN

DISUSUN OLEH :
Nama :       1. Nabella Pratiwi Wulandhini      (1D514023)
                   2. Citra Siti Aisyah                         (12514445)
                   3. Durrotul Hikmah                        (13514263)
                   4. Cerly Dwinanda                          (12514300)
                   5. Putri Indah Larasati                    (18514604)

Kelompok : 9
Kelas : 1PA16
Dosen : Aria Kusumadianto

BEKASI
2014


LATAR BELAKANG

Pada zaman sekarang ini, kita sebagai  manusia sering merasakan suatu kondisi di mana kita merasa gelisah, kesepian, merasa terasingkan, serta merasakan suatu hal yang tidak pasti. Pada dasarnya, manusia akan selalu merasakan hal-hal seperti kegelisahan tersebut. Bisa disebut, itu adalah naluri alami seorang manusia, memiliki rasa gelisah, cemas, dan takut.

Namun, ada kalanya kegelisahan  itu melewati batas yang sewajarnya, sehingga kita harus pintar-pintar menahan atau mengontrol perasaan gelisah tersebut. Biasanya, perasaan gelisah muncul dikarenakan perasaan khawatir atau tidak tenang yang berlebihan yang timbul dari dalam diri seseorang itu sendiri. Padahal, obat dari segala kegelisahan itu hanyalah membuat diri kita menjadi setenang mungkin.

Dengan rasa tenang, kita akan dapat berpikir jernih dan mulai dapat memikirkan jalan keluar dari rasa gelisah itu sendiri. Seringkali manusia sekarang ini hanya menunjukkan sikap-sikap gelisah yang cenderung negatif. Atau dengan kata lain seseorang itu tidak dapat mengontrol rasa gelisah dalam dirinya sendiri. Hingga akhirnya ia menujukkan sikap-sikap yang menyimpang. Seperti misalnya, memarahi orang sekitarnya terus menerus karena merasa tidak tenang, terus menerus menyalahkan keadaan, dan yang paling membahayakan adalah menyalahkan diri mereka sendiri ketika mereka merasa gelisah, cemas, kesepian, terasing, ataupun ketika ia merasa sedang megalami suatu ketidakpastian.

Manusia pada masa sekarang ini sangat membutuhkan cara-cara untuk mnegatasi kegelisahan yang mereka alami. Agar mereka dapat lebih memahami apa itu rasa gelisah dan bagaimana caranya agar mereka dapat mengontrolnya sendiri tanpa merugikan orang-orang disekitarnya ataupun dirinya sendiri.




A.   Kegelisahan

Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi. Serta dapat juga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan

Macam-macam kegelisahan :

1.      Kegelisahan negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada.

2.      Kegelisahan positif

   Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.
     Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan “kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah; ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.





B.   Sebab-Sebab Orang Gelisah

Seseorang merasakan kegelisahan biasanya karena merasa tidak  bisa melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masadepan. Misalnya, gelisah karena takut tidak mendapat kerjaan, atau bisa juga gelisah karena merasa tidak bisa mengerjakan tugas dari kampus dan kantornya.
Rasa gelisah timbul ketika pikiran kita sudah dimasuki rasa negatif yg begitu tinggi akan sesuatu, sehingga rasa percaya diri akan hilang.
Intinya,gelisah itu timbul karena kita merasa takut tidak bisa mengerjakan kewajiban kita sehingga takut pula untuk kehilangan haknya.
Contoh:
Bila
ada suatu tanda bahaya (bahaya banjir, gunung meletus, atau perampokan) orang tentu akan gelisah. Hal ini disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan, hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.

C.   Usaha-usaha mengatasi kegelisahan

Pada dasarnya, semua itu bergantung pada diri kita sendiri. Kita harus bisa memerangi ketakutan itu agar kita bisa tenang dan bisa menghilangkan rasa gelisah tersebut. Isikan pikiran kitadengan hal – hal positif yang dapat memberikan kita sugesti bahwa kita akan mampu melakukan kewajiban dan mendapatkan hak kita.

Cara mengatasinya :
Pertama-tama, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga kesulitan dapat kita atasi.

Kedua, cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencari akar masalah. Sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.

ketiga, bisa dengan jalan intropeksi, misal
akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
akibat yang paling buruka pakah yang akan terjadi
mengapa hal itu terjadi ?
Apa
sebabnya hal itu terjadi?
intropeksi diri sangat diperlukan untuk membantu menghilangkan perasaan gelisah. Dengan adanya intropeksi diri seseorang akan mulai berfikir apa penyebab kegelisahannya dan bagaimana cara menyelesaikan permasalahannya tanpa harus merasa gelisah.

Keempat, Konsultasi.
Bisa dengan cara konsultasi kepada teman atau kepada seorang psikolog untuk memberikan arahan dan saran untuk menyelesaikan ketidak pastiannya.

Kelima,Berfikir logis.
Berpikir yang logis dapat memudahkan dalam menemukan keputusan.

Keenam, Berserah diri kepada Tuhan.
Apapun yang membuat kita gelisah, apabila kita memasrahkan diri kepada tuhan kemungkinan tuhan akan memberikan jalan keluar dari kegelisahan yang kita alami.

D.   Keterasingan

Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata terasing berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.

v Keterasingan disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
- Faktor intern, atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
- Faktor ekstern, yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasanya bersumber pada faktor yang pertama.

E.   Kesepian

Definisi umum dari kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan kesendirian (being alone). Seseorang bisa saja memilih untuk (hidup) sendiri tanpa banyak kontak dengan orang lain dan bahagia dengan kondisi kesendiriannya itu. Atau ada juga orang yang punya banyak teman, punya pasangan, punya keluarga, namun tetap merasa kesepian.

v Penyebab kesepian :

Menurut riset yang dilakukan John Cacioppo, psikolog dari University of Chicago, kesepian berhubungan erat dengan genetik. Suatu survei tentang kesepian pada anak kembar, menunjukkan bahwa anak kembar cenderung kurang merasa kesepian dari yang tidak memiliki saudara kembar. Selain itu, kondisi lingkungan dan perubahan situasi seperti pindah ke kota lain, kematian pasangan hidup, perceraian, anak-anak yang telah dewasa dan meninggalkan rumah, dapat menjadi dasar timbulnya kesepian.
Orang yang kurang percaya diri sering menganggap dirinya tidak layak untuk mendapat perhatian orang lain dan cenderung menjadi minder. Situasi ini akan menjadikannya terisolasi dari pergaulan dan lama kelamaan menjadi (kesepian) kronis.
Tingkat kesepian yang tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang, tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang terbatas dan kualitas relasi kuang baik. Kelompok individu yang memiliki penghasilan serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang menikah atau memiliki pasangan, cenderung jauh dari kesepian. Bukan banyak atau tidaknya jumlah teman yang dapat menghalau kesepian, tapi kualitas relasi dengan orang lain. Jadi meskipun teman hanya segelintir, namun akrab dan solid, kita cenderung jauh dari kesepian karena selalu ada teman yang dapat diajak ngobrol atau melakukan aktivitas bersama.

v Sebab lain yang akan menimbulkan perasaan kesepian adalah :

Terpaku pada kenangan lama
Orang yang meninggalkan anda tidak akan kembali, maka dari itu kita harus menata hidup kembali. Kenangan itu tidak harus dilupakan, namun juga tidak boleh menjadikan kita berhenti menjalani hidup. Karena kita masih hidup, maka kita harus terus menjalani hidup.

Penyesalan yang berkepanjangan
Pernah suatu ketika seseorang mengalami masa-masa keemasan dalam hidup, apakah itu kecemerlangan karier atau masa indah percintaan. Sebaiknya adalah tidak tergilas dengan semua itu dan tetap hidup dalam ingatan anda. Penyesalan itu boleh terjadi sebagai bahan instropeksi diri untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama, namun anda tidak boleh menjadi orang yang picik.

v Dampak Kesepian

Beberapa studi menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.

John Cacioppo juga mengatakan bahwa orang dewasa yang kesepian cenderung mengkonsumsi alkohol lebih banyak, kurang berolahraga, kualitas tidur kurang baik, mudah merasa lelah, lebih sering makan makanan tinggi lemak serta mengalami penuaan dini (premature aging).

Dampak negatif kesepian akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down dan bahkan depresi ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya, karena tidak ada yang mau satu grup dengannya jika ada tugas kelompok dari guru, tidak diajak hang out di mal atau tidak diundang ke acara-acara tertentu. Seorang ibu muda yang harus bed rest beberapa minggu karena kehamilannya yang rentan, bisa juga dilanda kesepian, terlebih jika sebelumnya ia adalah wanita karir yang super sibuk. Jika kesepian tidak ditangani, tentu akan mengganggu kondisi fisik dan psikologis sang ibu.

v Tips Mengatasi Kesepian :

1. Tingkatkan rasa percaya diri . 
Setiap orang pernah merasakan kesepian, jadi bukan hanya anda. Tidak ada yang salah dengan diri anda jika suatu saat anda merasa kesepian, jadi tidak perlu merasa minder.

2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas
Seperti berolahraga di klub kebugaran, menjadi relawan dalam kegiatan sosial, ikut kelas menari, melukis, komunitas di dunia maya (online).

3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut nilai yang sejalan dengan anda. Hal ini akan mengurangi friksi dan lebih cepat terjalin chemistry. Teman yang punya hobi sama dengan anda akan lebih menyenangkan karena banyak hal yang bisa dibahas bersama.

4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. 
Jika anda hanya sibuk berbicara tentang kehebatan diri sendiri, lawan bicara akan merasa kurang nyaman karena tidak ada kesempatan untuk bertukar cerita. Hubungan interpersonal akan terjalin dengan baik jika ada in dan out yang seimbang.

5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu. 
Pergi menonton di bioskop, menghadiri pameran, ke gym, nonton konser musik, naik sepeda mengitari kompleks tempat tinggal anda, ke toko buku, atau sekedar window shopping di mal. Meskipun dilakukan sendiri, hal ini akan lebih baik daripada mengurung diri seharian di kamar dan hanya memandang tembok kosong kamar anda. Pasti lebih bete, kan. Kegiatan di ruang publik membuka peluang anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.

6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut. 
Contohnya: ada restoran yang dulu sering anda kunjungi bersama seseorang, atau setiap makan makanan tertentu, mengingatkan anda pada X, ada lagu yang menjadi favorit si Y, buku karangan penulis Z punya kesan yang dalam karena anda punya memori di dalamnya. Jadi ketika mulai merasa kesepian, lakukanlah hal-hal yang mengingatkan anda pada seseorang (meskipun tanpa kehadiran orang tersebut) atau pada suatu situasi. Awalnya mungkin terasa aneh, tapi setelah itu anda akan terhibur oleh kenangan yang menempel pada objek atau kegiatan tersebut.

7. Miliki binatang peliharaan. 
Dengan memelihara binatang peliharaan, missal kucing. Kita akan memili kikesibukan untuk merawatnya, sehingga kita seolah-olah merasa bahwa kita tidak sedang sendirian.

8. Sediakan waktu untuk keluarga. 
Apakah itu dengan pasangan, anak, orang tua, kakak, adik, keponakan atau anggota keluarga besar lainnya. Selalu ada kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama.

9. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru Seperti : memainkan alat musik, melukis, menjahit, kursus masak, menari ataupun belajar bahasa asing.
Tidak ada yang bisa menjamin anda terhindar dari jeratan kesepian, karena semua tergantung pada bagaimana anda mengelola pikiran dan emosi anda sendiri.

F.    Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa  arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. ltu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
v Sebab-Sebab Terjadi  Ketidakpastian

Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang barn. Kalau toh ia dapat berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar,kehilangan pengertian,kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :

1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Contoh: Seorang pedagang yang maju pesat, pada suatu saat terpikir olehnya ada kawannya yang ingin menjatuhkannya. Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia merugi.

2. Phobia
lalah rasa ketakutan yang tak terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.

3. Kompulasi
lalah adanya keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
Contoh:
a. Keinginan untuk mengambil barang (mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikan ingin membeli, mampu juga dia (kleptomania)
b. Keinginan minum minuman keras. Orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa keinginan minumnya tak dapat dibendung.

4. Histeria
lalah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Contoh: Ketika Ibu Bakri sedang melayani anaknya makan, datang orang-orang mengetuk pintu, mengucap salam. OIjawabnya dan keluarlah ia. Di luar, kagetlah ia melihat orang banyak  mengusung  jenazah  yang ditutupi kain. Ibu itu langsung  bertanya  siapa  itu ?  .. itu kan bukan Kang Bakri !” semua orang yang ditanya diam. Akhimya dia berteriak histeris lalu pingsan  (film orang-orang  laut)

5. Delusi
Menunjukkan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini ada tiga macam, yaitu  :
a. Delusi persekusi : menganggap keadaan sekitarnya jelek. Seseorang yang mengalami delusi persekusi tidak mau mengenal tetangga kiri kanan karena menganggap jelek.
b. Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang seperti itu biasanya gila honnat Menganggap orang-orang disekitamya sebagai orang-orang tidak penting. Akhimya semua orang menjauhi juga.
c. Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak terkuasa lagi.

Contoh: Pak Joyo orang kampong pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia gemetar, keringat dingin mengucur, ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya gemetar. Akhimya jaksa tak memperoleh kesaksian apa-apa darinya.

6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi.  Halusinasi  buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai obat bius. Kadang-kadang  karena halusinai orang merasa mendapat tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini Nampak dalam perbuatan perbuatan penderita. (penderita itu dapat menyadari perbuatan itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri)

7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tenentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. lni nampak pada keseluruhan pribadinya : gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak bemafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara, diam seribu bahasa, tennenung, menyendiri.

Contoh: Dalam liburan, seperti biasa Samsulbahri pulang ke kampungnya, dan biasa pula setiap pulangnya Samsul bermain ke rumah Nurbaya, bekas pacamya. Kedatangan Samsul di rumah Nurbaya ialah untuk mengulang cintanya. Pada saat itu terketahuilah Samsulbahri oleh Datuk Maringgih, suami Nurbaya. Melihat itu Samsul bahkan menghantam si tua bangka itu. Siti Nurbaya menjerit histeris. Jeritan itu terdengar oleh ayah Nurbaya, ayah Nurbaya keluar melihat kejadian itu  gemetar, jatuh terus meninggal (Siti Nurbaya, Marah Rusli)

G.  Usaha-Usaha Mengatasi Ketidakpastian

Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan  yang paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.

Bila penyebabnya itu jelas, misalnya rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga  tidak takut lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu, dapat disembuhkan karena dibiasakan dengan benda-benda tersebut.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak. Andai kata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitamya dan dirinya sendiri.

Ø Contoh Kasus :
Beberapa waktu belakangan ini di daerah Kediri Jawa Timur terjadi bencana alam yang bersumber dari gunung Kelud,dari letusan tersebut terjadi hujan abu vulkanik,hujan pasir,dan kerikil,yang menyebabkan warga yang bertempat tinggal didaerah tersebut mengalami kegelisahan dan ke khawatiran atas dampak dari bencana tersebut. Hujan abu vulkanik dan hujan pasir tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di daerah Kediri saja, namun daerah sekitar Jawa pun merasakan dampak dari bencana alam tersebut yaitu hujan abu vulkanik. Para petani gelisah hasil tanaman yang mereka tanam mengalami kerusakan dikebun akibat dari hujan abu vulkanik tersebut, seharusnya tanaman tersebut panen dan petani bisa menikmati hasil panen mereka, namun sayang akibat dari hujan abu vulkanik tersebut mengalami kerusakan dan mati sehingga petani mengalami kerugian yang cukup besar, dan beberapa petani berusaha menyelamatkan beberapa tanaman yang sekiranya masih bisa diselamatkan dengan cara mengguyur tanaman tersebut dengan air. Bukan hanya para petani saja yang mengalami kerugian atas bencana alam tersebut,tetapi warga juga mengalami kerugian tersebut, nafas mereka sesak akibat abu yang banyak turun, penglihatan yang terganggu, dan mengganggu aktifitas mereka. Warga pun berharap akan terjadi hujan untuk menghilangkan abu dari tempat mereka tinggal, bahkan warga ingin membuat hujan buatan untuk mengilangkan abu tersebut. Warga cemas dan khawatir takut terjadi letusan kembali dari gunung kelud yang bisa menyebabkan gempa.

Ø Analisis :
Menurut saya, contoh kegelisahan yang dihadapi oleh warga yang terkena dampak meletusnya gunung kelud sangatlah wajar. Karena rasa cemas itu pasti akan muncul ketika seorang manusia merasa dirinya terncam atau merasa dirinya akan kehilangan hak-hak pribadinya, seperti khawatir akan kehilangan hak hidupnya, khawatir akan kehilangan hak materialnya seperti takut kehilangan harta benda mereka ataupun takut kehilang sumber pencaharian mereka. Contoh kegelisahan ini lebih kepada contoh kegelisahan yang masuk ke dalam kegelisahan alami dalam diri manusia itu sendiri.
Gunung yang terletak dikabupaten Kediri, propinsi Jawa Timur ini tercatat pernah meletus 5 kali pada tahun 1901, 1919, 1951, 1966, dan yang terakhir kali tahun 1990.  Korban jiwa terbesar sebesar 5.110 orang tercatat pada letusan tahun 1919. Sedang letusan terakhir  tahun 1990 menyebabkan korban sebanyak 34 jiwa. Catatan lainnya adalah jarak luncur lahar panas yang mematikan itu berkisar 5  - 37,5 km dari puncak gunung. Pemerintah sudah menetapkan kawasan rawan bencana Gunung Kelud, yaitu kawasan radius 2 km dari puncak, yang selalu terancam awan panas, gas beracun, lahar letusan, dan kemungkinan aliran lava. Kawasan ini disebut sebagai Kawasan Rawan Bencana III (KRB III).

         
                                             
KESIMPULAN

Manusia dan kegelisahan merupakan suatu hal yang sangat berkaitan erat. Kegelisahan, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan cemas. Merupakan perasaan seseorang yang sedang merasakan kegelisahan. Biasanya karena merasa tidak  bisa melakukan sesuatu yang akan dikerjakannya pada masa depan. Usaha untuk menghilangkan kegelisahan semua itu bergantung pada diri kita sendiri. Kita harus bisa memerangi ketakutan itu agar kita bisa tenang dan bisa menghilangkan rasa gelisah tersebut. Selain kegelisahan, terdapat juga beberapa kondisi yang sudah sangat sering kita rasakan, yaitu perasaan ketika kita merasa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Keterasingan itu sendiri ialah kondisi dimana seseorang merasa terpisahkan atau merasa terpencil baik itu dalam pergaulan, keluarga, dll. Sedangkan kesepian adalah suatu bentuk perasaan yang merasa diri kita selalu merasa kosong walaupun terdapat banyak teman atau keluarga yang menemani disisi orang tersebut. Terdapat juga kondisi di mana kita merasakan ketidakpastian, yaitu kondisi dimana seseorang merasa tidak menentu tanpa arahan yang jelas. Hal ini disebabkan karena pikirannya yang sedang tidak dalam konsentrasi penuh, sehingga ketidakpastian pun terjadi. Kondisi-kondisi tersebut, dapat di ringankan dengan mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif, sehingga dapat memberikan kita sugesti yang baik terhadap diri kita sendiri. Dengan demikian, persaan-perasaan tersebut akan berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya kita tidak merasakan kondisi seperti itu lagi.




DAFTAR PUSTAKA






Tidak ada komentar:

Posting Komentar