MAKALAH PSIKOLOGI UMUM
MODOFIKASI PERILAKU MENURUT
IVAN P. PAVLOV
![]() |
NPM : 18514604
KELAS : 1PA16
NAMA DOSEN : ARSI BINAWATI, SPsi
KELOMPOK : 11 (MODOFIKASI PERILAKU)
FAKULTAS PSIKLOGI
UNIVERSETAS GUNADARMA
2014
A. BIODATA TOKOH
Ivan Petrovich Pavlov (14 September 1849 – 27 Februari 1936) adalah
seorang fisiolog dan dokter dari Rusia. Ia dilahirkan di sebuah desa kecil di
Rusia tengah. Keluarganya mengharapkannya menjadi pendeta, sehingga ia
bersekolah di Seminari Teologi. Setelah membaca Charles Darwin, ia menyadari
bahwa ia lebih banyak peduli untuk pencarian ilmiah sehingga ia meninggalkan
seminari ke Universitas St. Petersburg. Di sana ia belajar kimia dan fisiologi,
dan menerima gelar doktor pada 1879. Ia melanjutkan studinya dan memulai
risetnya sendiri dalam topik yang menarik baginya: sistem pencernaan dan
peredaran darah. Karyanya pun terkenal, dan diangkat sebagai profesor fisiologi
di Akademi Kedokteran Kekaisaran Rusia.
Pada 1903 Pavlov menerbitkan hasil eksperimennya dan menyebutnya "refleks
terkondisi," berbeda dari refleks halus, seperti. Pavlov menyebut proses
pembelajaran ini (sebagai contoh, saat sistem saraf anjing menghubungkan suara
metronom dengan makanan) "pengkondisian". Ia juga menemukan bahwa
refleks terkondisi akan tertekan bila rangsangan ternyata terlalu sering
"salah". Jika metronom bersuara berulang-ulang dan tidak ada makanan,
anjing akan berhenti mengeluarkan ludah.
Pavlov lebih tertarik pada fisiologi ketimbang
psikologi. Ia melihat pada ilmu psikiatri yang masih baru saat itu sedikit
meragukan. Namun ia sungguh-sungguh berpikir bahwa refleks terkondisi dapat
menjelaskan perilaku orang gila. Sebagai contoh, ia mengusulkan, mereka yang
menarik diri dari dunia bisa menghubungkan semua rangsangan dengan luka atau
ancaman yang mungkin. Gagasannya memainkan peran besar dalam teori psikologi
behavioris, diperkenalkan oleh John Watson sekitar 1913.
Pavlov amat dihormati di negerinya sendiri -- baik
sebagai Kekaisaran Rusia maupun Uni Soviet -- dan di seluruh dunia. Pada 1904,
ia memenangkan Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran dalam
penelitiannya tentang pencernaan. Ia adalah orang yang terang-terangan dan
sering bersilang pendapat dengan pemerintah Soviet dalam hidupnya, namun karena
reputasinya, dan juga karena bangganya penduduk senegerinya kepadanya,
membuatnya terjaga dari penganiayaan. Ia aktif bekerja di laboratorium sampai
kematiannya dalam usia 86.
B. APA YANG DIBAHAS DAN DI KEMBANGKAN
Pengkondisian
klasik (Classical conditioning)
Ivan
Petrovich Pavlov (1849-1936) adalah seorang behavioristik terkenal dengan teori
pengkondisian asosiatif stimulus-respons dan hal ini yang dikenang darinya
hingga kini. Ia tidak pernah memiliki hambatan serius dalam sepanjang kariernya
meskipun terjadi kekacauan dalam revolusi rusia.
Pavlov lahir di kota kecil di Rusia tengah, anak seorang pendeta ortodoks pedesaan. Pada awalnya ia
berniat mengikuti jejak ayahnya, namun mengurungkan dan pergi ke universitas di
St. Petersburg untuk mengajar pada tahun 1870. Dari sinilah karir seorang
pavlov mulai berjalan hingga ia memimpin institut Fisiologi Pavlovian di
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia.
Ia menemukan
bahwa ia dapat menggunakan stimulus netral, seperti sebuah nada atau sinar
untuk membentuk perilaku (respons). Dalam hal ini, eksperimen yang dilakukan
oleh pavlov menggunakan anjing sebagai subyek penelitian.
Berikut
adalah tahap-tahap eksperimen dan penjelasan dari gambar diatas:
Gambar pertama. Dimana anjing, bila diberikan sebuah makanan
(UCS) maka secara otonom anjing akan mengeluarkan air liur (UCR).
Gambar kedua. Jika anjing dibunyikan sebuah bel maka ia tidak
merespon atau mengeluarkan air liur.
Gambar ketiga. Sehingga dalam eksperimen ini anjing diberikan sebuah
makanan (UCS) setelah diberikan bunyi bel (CS) terlebih dahulu, sehingga anjing
akan mengeluarkan air liur (UCR) akibat pemberian makanan.
Gambar keempat. Setelah perlakukan ini dilakukan secara
berulang-ulang, maka ketika anjing mendengar bunyi bel (CS) tanpa diberikan
makanan, secara otonom anjing akan memberikan respon berupa keluarnya air liur
dari mulutnya (CR).
Dalam
ekperimen ini bagaimana cara untuk membentuk perilaku anjing agar ketika bunyi
bel di berikan ia akan merespon dengan mengeluarkan air liur walapun tanpa
diberikan makanan. Karena pada awalnya (gambar 2) anjing tidak merespon apapun
ketika mendengar bunyi bel.
Jika anjing
secara terus menerus diberikan stimulus berupa bunyi bel dan kemudian
mengeluarkan air liur tanpa diberikan sebuah hadiah berupa makanan. Maka
kemampuan stimulus terkondisi (bunyi bel) untuk menimbulkan respons (air liur)
akan hilang. Hal ini disebut dengan extinction atau penghapusan.
Pavlov
mengemukakan empat peristiwa eksperimental dalam proses akuisisi dan
penghapusan sebagai berikut:
- Stimulus tidak terkondisi
(UCS), suatu peristiwa lingkungan yang melalui kemampuan bawaan dapat menimbulkan
refleks organismik. Contoh: makanan
- Stimulus terkondisi (CS), Suatu
peristiwa lingkungan yang bersifat netral dipasangkan dengan stimulus tak
terkondisi (UCS). Contoh: Bunyi bel adalah stimulus netral yang di
pasangkan dengan stimulus tidak terkondisi berupa makanan.
- Respons tidak terkondisi (UCR),
refleks alami yang ditimbulkan secara otonom atau dengan sendirinya.
Contoh: mengeluarkan air liur
- Respos terkondisi (CR), refleks
yang dipelajari dan muncul akibat dari penggabungan CS dan US. Contoh:
keluarnya air liur akibat penggabungan bunyi bel dengan makanan.
Menilik
psikologi behavioristik menggunakan suatu pendekatan ekperimental,
refleksiologis objektif pavlov tetap merupakan model yang luar biasa dan tidak
tertandingi.
Dari
eksperimen yang dilakukan Pavlov terhadap seekor anjing menghasilkan
hukum-hukum belajar, diantaranya:
1.
Law of Respondent Conditioning yakni hukum
pembiasaan yang dituntut. Jika dua macam stimulus dihadirkan secara simultan
(yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus
lainnya akan meningkat.
2.
Law of Respondent Extinction yakni hukum
pemusnahan yang dituntut. Jika refleks yang sudah diperkuat melalui Respondent
conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka
kekuatannya akan menurun.
C. TEORI IVAN P. PAVLOV TIDAK DI PENGARUHI TOKOH LAIN
D. FOTO TOKOH
E. DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar