UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
DISUSUN OLEH :
Nama : 1. Nabella Pratiwi Wulandhini (1D514023)
2. Citra Siti Aisyah (12514445)
3. Durrotul Hikmah (13514263)
4. Cerly Dwinanda (12514300)
5. Putri Indah Larasati (18514604)
Kelompok : 9
Kelas : 1PA16
Dosen : Aria
Kusumadianto
BEKASI
2014
LATAR BELAKANG
Pada zaman sekarang ini, kita sebagai manusia sering merasakan suatu kondisi di
mana kita merasa gelisah, kesepian, merasa terasingkan, serta merasakan suatu
hal yang tidak pasti. Pada dasarnya, manusia akan selalu merasakan hal-hal
seperti kegelisahan tersebut. Bisa disebut, itu adalah naluri alami seorang
manusia, memiliki rasa gelisah, cemas, dan takut.
Namun, ada kalanya kegelisahan itu melewati batas yang sewajarnya, sehingga
kita harus pintar-pintar menahan atau mengontrol perasaan gelisah tersebut.
Biasanya, perasaan gelisah muncul dikarenakan perasaan khawatir atau tidak
tenang yang berlebihan yang timbul dari dalam diri seseorang itu sendiri.
Padahal, obat dari segala kegelisahan itu hanyalah membuat diri kita menjadi
setenang mungkin.
Dengan rasa tenang, kita akan dapat berpikir jernih
dan mulai dapat memikirkan jalan keluar dari rasa gelisah itu sendiri.
Seringkali manusia sekarang ini hanya menunjukkan sikap-sikap gelisah yang
cenderung negatif. Atau dengan kata lain seseorang itu tidak dapat mengontrol
rasa gelisah dalam dirinya sendiri. Hingga akhirnya ia menujukkan sikap-sikap
yang menyimpang. Seperti misalnya, memarahi orang sekitarnya terus menerus
karena merasa tidak tenang, terus menerus menyalahkan keadaan, dan yang paling
membahayakan adalah menyalahkan diri mereka sendiri ketika mereka merasa
gelisah, cemas, kesepian, terasing, ataupun ketika ia merasa sedang megalami
suatu ketidakpastian.
Manusia pada masa sekarang ini sangat membutuhkan
cara-cara untuk mnegatasi kegelisahan yang mereka alami. Agar mereka dapat
lebih memahami apa itu rasa gelisah dan bagaimana caranya agar mereka dapat
mengontrolnya sendiri tanpa merugikan orang-orang disekitarnya ataupun dirinya
sendiri.
A. Kegelisahan
Kegelisahan
berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tentram hatinya,
selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas.
Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis
akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan.
Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain,
tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa
gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak
sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi. Serta dapat
juga kegelisahan merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram
hati maupun perbuatannya, merasa kwatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya,
tidak sabar ataupun dalam kecemasan. Kegelisahanhanya dapat diketahui dari
gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu.
Kegelisahan merupakansalah satu ekspresi kecemasan. Karena itu dalam pengertian
sehari-hari kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran ataupun
ketakutan
Macam-macam kegelisahan :
1. Kegelisahan negatif
Kegelisahan yang berlebih-lebihan/yang melewati batas,
yaitu kegelisahan yang berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang
yang mengalaminya sama sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau
langkah-langkah konkret untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan,
yaitu kegelisahan dalam ‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak
ada.
2.
Kegelisahan
positif
Kegelisahan dalam arti yang baik digunakan sebagai kesadaran yang dapat menjadi
spirit dalam memecahkan banyak permasalahan, sebagai tanda peringatan,
kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang
secara tak terduga. Ia juga merupakan kekuatan dalam menghadapi kondisi-kondisi
baru dan dapat membantu dalam beradaptasi.
Singkatnya, ia merupakan faktor penting yang dibutuhkan manusia. Sedangkan
“kegelisahan negatif” jelas sangat membahayakan, seperti gula pada darah;
ketika ketinggian kadarnya membahayakan kesehatan manusia.
B.
Sebab-Sebab
Orang
Gelisah
Seseorang
merasakan kegelisahan biasanya
karena merasa tidak bisa
melakukan sesuatu yang
akan
dikerjakannya pada masadepan. Misalnya, gelisah karena takut tidak mendapat kerjaan, atau bisa
juga gelisah karena merasa tidak bisa mengerjakan tugas dari kampus dan kantornya.
Rasa
gelisah
timbul ketika pikiran
kita sudah dimasuki rasa
negatif
yg begitu
tinggi akan
sesuatu, sehingga rasa percaya
diri akan
hilang.
Intinya,gelisah
itu timbul
karena kita
merasa takut tidak
bisa mengerjakan kewajiban
kita sehingga takut pula
untuk
kehilangan haknya.
Contoh:
Bila
ada suatu
tanda bahaya (bahaya banjir,
gunung
meletus, atau perampokan) orang tentu akan gelisah. Hal ini disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa
hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak milik, hak memperoleh perlindungan,
hak kemerdekaan hidup, dan mungkin hak nama baik.
C.
Usaha-usaha
mengatasi kegelisahan
Pada
dasarnya, semua itu bergantung
pada diri
kita sendiri.
Kita harus bisa memerangi ketakutan
itu agar kita bisa tenang dan
bisa menghilangkan rasa gelisah
tersebut. Isikan pikiran
kitadengan hal – hal positif yang dapat memberikan
kita sugesti bahwa
kita akan
mampu melakukan kewajiban
dan mendapatkan
hak kita.
Cara
mengatasinya
:
Pertama-tama,
yaitu kita
harus bersikap tenang.
Dengan sikap tenang
kita dapat berpikir
tenang, sehingga kesulitan dapat kita
atasi.
Kedua, cara terbaik menyelesaikan masalah adalah dengan mencari akar masalah.
Sehingga kegelisahan tidak mendatangkan banyak masalah.
ketiga, bisa
dengan jalan intropeksi, misal
akibat yang paling buruk yang manakah yang akan kita tanggung
akibat yang paling buruka pakah yang akan terjadi
mengapa hal itu terjadi ?
Apa sebabnya hal itu terjadi?
intropeksi
diri sangat diperlukan
untuk membantu menghilangkan
perasaan gelisah. Dengan adanya
intropeksi diri seseorang akan
mulai berfikir apa
penyebab kegelisahannya dan
bagaimana cara
menyelesaikan permasalahannya tanpa harus merasa gelisah.
Keempat,
Konsultasi.
Bisa
dengan cara
konsultasi kepada teman atau
kepada seorang psikolog
untuk memberikan arahan
dan saran untuk menyelesaikan ketidak pastiannya.
Kelima,Berfikir
logis.
Berpikir
yang logis dapat
memudahkan dalam menemukan keputusan.
Keenam,
Berserah diri
kepada Tuhan.
Apapun
yang membuat kita gelisah, apabila kita memasrahkan diri kepada tuhan kemungkinan
tuhan akan memberikan jalan keluar dari kegelisahan yang kita alami.
D.
Keterasingan
Keterasingan
berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata
asing berarti sendiri, tidak dikenal,sehingga kata terasing berarti, tersisihkan
dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata terasing
berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pegaulan, terpencil atau
terpisah dari yang lain. Keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama, orang pernah
mengalami hidup dalam keterasingan sudah tentu dengan sebab
dan kadar yang berbeda satu sama lain. Yang
menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang tidak
dapat diterima atau tidak dapat
dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga ia
tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam
masyarakat.
v Keterasingan
disebabkan oleh dua faktor, yaitu :
-
Faktor intern,
atau fakor yang berasal dari dalam diri sendiri seperti merasa berbeda dengan
orang lain, rendah diri dan bersikap apatis dengan lingkungan.
-
Faktor ekstern,
yaitu faktor yang berasal dari luar diri. Faktor ini pun biasanya bersumber
pada faktor yang pertama.
E. Kesepian
Definisi umum dari
kesepian adalah ‘sendirian’, tidak ada yang menemani (alone). Sebenarnya, kesepian bukan sekedar kondisi ‘sendiri’, tapi
lebih condong ke ‘rasa’. Perasaan kosong, sendiri, tidak diinginkan. Orang yang
kesepian merasa ‘rindu’ untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi kesepian (loneliness) itu berbeda dengan
kesendirian (being alone). Seseorang
bisa saja memilih untuk (hidup) sendiri tanpa banyak kontak dengan orang lain
dan bahagia dengan kondisi kesendiriannya itu. Atau ada juga orang yang punya
banyak teman, punya pasangan, punya keluarga, namun tetap merasa kesepian.
v Penyebab kesepian :
Menurut riset yang
dilakukan John Cacioppo, psikolog dari University of Chicago, kesepian
berhubungan erat dengan genetik. Suatu survei tentang kesepian pada anak
kembar, menunjukkan bahwa anak kembar cenderung kurang merasa kesepian dari
yang tidak memiliki saudara kembar. Selain itu, kondisi lingkungan dan
perubahan situasi seperti pindah ke kota lain, kematian pasangan hidup,
perceraian, anak-anak yang telah dewasa dan meninggalkan rumah, dapat menjadi
dasar timbulnya kesepian.
Orang yang kurang percaya
diri sering menganggap dirinya tidak layak untuk mendapat perhatian orang lain
dan cenderung menjadi minder. Situasi ini akan menjadikannya terisolasi dari
pergaulan dan lama kelamaan menjadi (kesepian) kronis.
Tingkat kesepian yang
tinggi diasosiasikan dengan kondisi fisik seseorang, tinggal sendiri, jejaring pergaulan yang
terbatas dan kualitas relasi kuang baik. Kelompok individu yang memiliki
penghasilan serta tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang menikah atau
memiliki pasangan, cenderung jauh dari kesepian. Bukan banyak atau tidaknya
jumlah teman yang dapat menghalau kesepian, tapi kualitas relasi dengan orang
lain. Jadi meskipun teman hanya segelintir, namun akrab dan solid, kita
cenderung jauh dari kesepian karena selalu ada teman yang dapat diajak ngobrol
atau melakukan aktivitas bersama.
v Sebab lain yang akan menimbulkan perasaan kesepian adalah :
Terpaku pada kenangan
lama
Orang yang meninggalkan
anda tidak akan kembali, maka dari itu kita harus menata hidup kembali.
Kenangan itu tidak harus dilupakan, namun juga tidak boleh menjadikan kita
berhenti menjalani hidup. Karena kita masih hidup, maka kita harus terus
menjalani hidup.
Penyesalan yang
berkepanjangan
Pernah suatu ketika
seseorang mengalami masa-masa keemasan dalam hidup, apakah itu kecemerlangan
karier atau masa indah percintaan. Sebaiknya adalah tidak tergilas dengan semua
itu dan tetap hidup dalam ingatan anda. Penyesalan itu boleh terjadi sebagai
bahan instropeksi diri untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama, namun
anda tidak boleh menjadi orang yang picik.
v Dampak Kesepian
Beberapa studi
menunjukkan adanya kaitan antara kesepian dan isolasi dari kehidupan sosial
dengan beragam macam penyakit fisik, dari kanker, penyakit jantung, peradangan
hingga gangguan daya tahan tubuh. Kesepian membuat level cortisol dan tekanan
darah menjadi kacau dan memicu reaksi berlebihan yang menimbulkan stres.
John Cacioppo juga
mengatakan bahwa orang dewasa yang kesepian cenderung mengkonsumsi alkohol
lebih banyak, kurang berolahraga, kualitas tidur kurang baik, mudah merasa
lelah, lebih sering makan makanan tinggi lemak serta mengalami penuaan dini (premature aging).
Dampak negatif kesepian
akan lebih besar pada anak-anak remaja dibandingkan dengan yang paruh baya. Itu
sebabnya mengapa sering kita jumpai remaja yang merasa down dan bahkan depresi
ketika mereka tersisihkan dari kelompoknya, karena tidak ada yang mau satu grup
dengannya jika ada tugas kelompok dari guru, tidak diajak hang out di mal atau
tidak diundang ke acara-acara tertentu. Seorang ibu muda yang harus bed rest
beberapa minggu karena kehamilannya yang rentan, bisa juga dilanda kesepian,
terlebih jika sebelumnya ia adalah wanita karir yang super sibuk. Jika kesepian
tidak ditangani, tentu akan mengganggu kondisi fisik dan psikologis sang ibu.
v Tips Mengatasi Kesepian :
1. Tingkatkan rasa percaya diri .
Setiap orang pernah
merasakan kesepian, jadi bukan hanya anda. Tidak ada yang salah dengan diri
anda jika suatu saat anda merasa kesepian, jadi tidak perlu merasa minder.
2. Bergabung dengan beberapa kegiatan dalam komunitas.
Seperti berolahraga di klub kebugaran, menjadi
relawan dalam kegiatan sosial, ikut kelas menari, melukis, komunitas di dunia maya (online).
3. Berteman dengan orang yang punya sikap dan menganut
nilai yang sejalan dengan anda. Hal ini akan mengurangi friksi dan lebih cepat
terjalin chemistry. Teman yang punya hobi sama dengan anda akan lebih
menyenangkan karena banyak hal yang bisa dibahas bersama.
4. Belajar untuk lebih banyak mendengarkan daripada
berbicara.
Jika anda hanya sibuk berbicara tentang kehebatan diri
sendiri, lawan bicara akan merasa kurang nyaman karena tidak ada kesempatan
untuk bertukar cerita. Hubungan interpersonal akan terjalin dengan baik jika
ada in dan out yang seimbang.
5. Keluarlah dari kamar dan lakukan kegiatan di ruang
publik meskipun tidak ada teman yang bisa menemani saat itu.
Pergi menonton di
bioskop, menghadiri pameran, ke gym, nonton konser musik, naik sepeda mengitari
kompleks tempat tinggal anda, ke toko buku, atau sekedar window shopping di
mal. Meskipun dilakukan sendiri, hal ini akan lebih baik daripada mengurung
diri seharian di kamar dan hanya memandang tembok kosong kamar anda. Pasti
lebih bete, kan. Kegiatan di ruang
publik membuka peluang anda untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain.
6. Kadang kala kita merasa rindu bukan dengan orangnya
saja tapi juga dengan kegiatan yang dilakukan bersama orang tersebut.
Contohnya: ada restoran
yang dulu sering anda kunjungi bersama seseorang, atau setiap makan makanan
tertentu, mengingatkan anda pada X, ada lagu yang menjadi favorit si Y, buku karangan
penulis Z punya kesan yang dalam karena anda punya memori di dalamnya. Jadi
ketika mulai merasa kesepian, lakukanlah hal-hal yang mengingatkan anda pada
seseorang (meskipun tanpa kehadiran orang tersebut) atau pada suatu situasi.
Awalnya mungkin terasa aneh, tapi setelah itu anda akan terhibur oleh kenangan
yang menempel pada objek atau kegiatan tersebut.
7. Miliki binatang peliharaan.
Dengan memelihara binatang peliharaan, missal
kucing. Kita akan memili kikesibukan untuk merawatnya, sehingga kita
seolah-olah merasa bahwa kita tidak sedang sendirian.
8. Sediakan waktu untuk keluarga.
Apakah itu dengan pasangan, anak, orang tua,
kakak, adik, keponakan atau anggota keluarga besar lainnya. Selalu ada kegiatan
yang menyenangkan untuk dilakukan bersama.
9. Pergunakan waktu luang anda untuk mempelajari keahlian baru Seperti : memainkan alat musik, melukis,
menjahit, kursus masak, menari ataupun belajar bahasa asing.
Tidak ada yang bisa
menjamin anda terhindar dari jeratan kesepian, karena semua tergantung pada
bagaimana anda mengelola pikiran dan emosi anda sendiri.
F.
Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti
artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah
yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. ltu semua adalah akibat pikirannya
tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab,
yang jelas pikirannya kacau.
v Sebab-Sebab Terjadi Ketidakpastian
Orang yang pikirannya terganggu
tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi mengambil kesimpulan. Dalam
berpikir manusia selalu menerima rangsang-rangsang lain, sehingga jalan
pikirannya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang barn. Kalau toh ia dapat
berpikir baik akan memakan waktu yang cukup lama dan sukar. Mereka menampakkan tanda-tanda
obsesi, phobia, delusi, gerakan-gerakan gemetar,kehilangan
pengertian,kehilangan kemampuan untuk menangkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tak dapat
berpikir dengan pasti ialah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa
jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu yang terus menerus, biasanya
tentang hal-hal yang tak menyenangkan, atau sebab-sebabnya tak diketahui oleh
penderita. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Contoh: Seorang pedagang yang maju pesat,
pada suatu saat terpikir olehnya ada kawannya yang ingin menjatuhkannya.
Pikiran itu tidak hilang, tetapi justru menjadi-jadi. Apalagi setelah ia
merugi.
2. Phobia
lalah rasa ketakutan yang tak
terkendali, tidak normal, kepada sesuatu hal atau kejadian tanpa diketahui
sebab-sebabnya.
3. Kompulasi
lalah adanya keragu-raguan tentang
apa yang telah dikerjakan, sehingga ada dorongan yang tak disadari melakukan
perbuatan yang serupa berkali-kali.
Contoh:
a. Keinginan untuk mengambil barang
(mencuri), padahal barang itu tak bermanfaat baginya, dan andaikan ingin
membeli, mampu juga dia (kleptomania)
b. Keinginan minum minuman keras.
Orang itu bukan pemabuk, tetapi bila dilanda pikiran atau perasaan kecewa
keinginan minumnya tak dapat dibendung.
4.
Histeria
lalah neorosa jiwa yang disebabkan
oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan
syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Contoh: Ketika Ibu Bakri sedang melayani
anaknya makan, datang orang-orang mengetuk pintu, mengucap salam. OIjawabnya
dan keluarlah ia. Di luar, kagetlah ia melihat orang banyak
mengusung jenazah yang ditutupi kain. Ibu itu langsung
bertanya siapa itu ? .. itu kan bukan Kang Bakri !”
semua orang yang ditanya diam. Akhimya dia berteriak
histeris lalu pingsan (film orang-orang laut)
5. Delusi
Menunjukkan
pikiran yang tidak beres, karena
berdasarkan suatu keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat,
tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai dengan pengalaman. Delusi ini
ada tiga macam, yaitu :
a. Delusi persekusi : menganggap
keadaan sekitarnya jelek. Seseorang yang mengalami delusi
persekusi tidak mau mengenal tetangga kiri kanan
karena menganggap jelek.
b.
Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting
dan besar. Orang seperti itu biasanya gila honnat Menganggap
orang-orang disekitamya sebagai orang-orang tidak
penting. Akhimya semua orang menjauhi juga.
c.
Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina, dan berdosa.
Hal ini dapat mengakibatkan buyuten atau dikenal dengan nama delirium
trements, hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak terkuasa lagi.
Contoh:
Pak
Joyo orang kampong pada suatu hari dipanggil ke pengadilan untuk diminta
kesaksiannya. Tetapi karena takutnya, ia gemetar, keringat dingin mengucur,
ditanya ini itu tak bisa menjawab, mulutnya
gemetar. Akhimya jaksa tak memperoleh kesaksian apa-apa darinya.
6. Halusinasi.
Khayalan yang terjadi tanpa
rangsangan pancaindera. Dengan sugesti diri orang dapat juga berhalusinasi.
Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang mabuk atau pemakai
obat bius. Kadang-kadang karena halusinai orang merasa mendapat
tekanan-tekanan terhadap dorongan-dorongan dasarnya, sehingga dengan timbulnya halusinasi
dorongan-dorongan itu menemukan sasarannya. Ini Nampak dalam perbuatan
perbuatan penderita. (penderita itu dapat menyadari perbuatan
itu, tetapi tidak dapat menahan rangsang khayalan sendiri)
7. Keadaan
Emosi
Dalam keadaan tenentu
seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. lni nampak pada
keseluruhan pribadinya : gangguan pada nafsu makan, pusing-pusing, muka merah,
nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah. Sikapnya dapat apatis atau
terlalu gembira dengan gerakan lari-larian, nyanyian, ketawa atau
berbicara. Sikap ini dapat pula berupa kesedihan menekan, tidak
bemafsu, tidak bersemangat, gelisah, resah, suka mengeluh, tidak mau berbicara,
diam seribu bahasa, tennenung, menyendiri.
Contoh: Dalam liburan, seperti biasa
Samsulbahri pulang ke kampungnya, dan biasa pula setiap pulangnya Samsul bermain
ke rumah Nurbaya, bekas pacamya. Kedatangan Samsul di rumah Nurbaya ialah
untuk mengulang cintanya. Pada saat itu terketahuilah Samsulbahri oleh Datuk
Maringgih, suami Nurbaya. Melihat itu Samsul bahkan menghantam si tua
bangka itu. Siti Nurbaya menjerit histeris. Jeritan itu terdengar oleh
ayah Nurbaya, ayah Nurbaya keluar melihat kejadian itu
gemetar, jatuh terus meninggal (Siti Nurbaya, Marah Rusli)
G.
Usaha-Usaha Mengatasi Ketidakpastian
Orang yang tidak dapat
berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada bermacam-macam penyebabnya.Untuk
dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada mental si penderita. Andai
kata penyebab sudah diketahui, kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila
hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita ialah diajak
atau pergi sendiri ke psikolog.
Bila penyebabnya itu jelas, misalnya
rindu, obatnya mudah, yaitu dipertemukan dengan orang yang dirindukan. Phobia
atau jenis takut bisa dilatih dari sedikit, sehingga tidak takut
lagi. Orang takut ular, takut ulat yang berbulu, dapat disembuhkan karena
dibiasakan dengan benda-benda tersebut.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh
bila mengalami musibah, baru berkurang kesombongannya, tetapi mungkin tidak.
Andai kata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman.
Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitamya dan dirinya sendiri.
Ø Contoh Kasus :
Beberapa waktu belakangan ini di daerah
Kediri Jawa Timur terjadi bencana alam yang bersumber dari gunung Kelud,dari
letusan tersebut terjadi hujan abu vulkanik,hujan pasir,dan kerikil,yang
menyebabkan warga yang bertempat tinggal didaerah tersebut mengalami
kegelisahan dan ke khawatiran atas dampak dari bencana tersebut. Hujan abu
vulkanik dan hujan pasir tidak hanya dirasakan oleh warga yang tinggal di
daerah Kediri saja, namun daerah sekitar Jawa pun merasakan dampak dari bencana
alam tersebut yaitu hujan abu vulkanik. Para petani gelisah hasil tanaman yang
mereka tanam mengalami kerusakan dikebun akibat dari hujan abu vulkanik
tersebut, seharusnya tanaman tersebut panen dan petani bisa menikmati hasil
panen mereka, namun sayang akibat dari hujan abu vulkanik tersebut mengalami
kerusakan dan mati sehingga petani mengalami kerugian yang cukup besar, dan beberapa
petani berusaha menyelamatkan beberapa tanaman yang sekiranya masih bisa
diselamatkan dengan cara mengguyur tanaman tersebut dengan air. Bukan hanya
para petani saja yang mengalami kerugian atas bencana alam tersebut,tetapi
warga juga mengalami kerugian tersebut, nafas mereka sesak akibat abu yang
banyak turun, penglihatan yang terganggu, dan mengganggu aktifitas mereka.
Warga pun berharap akan terjadi hujan untuk menghilangkan abu dari tempat
mereka tinggal, bahkan warga ingin membuat hujan buatan untuk mengilangkan abu
tersebut. Warga cemas dan khawatir takut terjadi letusan kembali dari gunung
kelud yang bisa menyebabkan gempa.
Ø Analisis :
Menurut saya, contoh kegelisahan yang
dihadapi oleh warga yang terkena dampak meletusnya gunung kelud sangatlah
wajar. Karena rasa cemas itu pasti akan muncul ketika seorang manusia merasa
dirinya terncam atau merasa dirinya akan kehilangan hak-hak pribadinya, seperti
khawatir akan kehilangan hak hidupnya, khawatir akan kehilangan hak materialnya
seperti takut kehilangan harta benda mereka ataupun takut kehilang sumber
pencaharian mereka. Contoh kegelisahan ini lebih kepada contoh kegelisahan yang
masuk ke dalam kegelisahan alami dalam diri manusia itu sendiri.
Gunung yang terletak dikabupaten Kediri,
propinsi Jawa Timur ini tercatat pernah meletus 5 kali pada tahun 1901, 1919,
1951, 1966, dan yang terakhir kali tahun 1990.
Korban jiwa terbesar sebesar 5.110 orang tercatat pada letusan tahun
1919. Sedang letusan terakhir tahun 1990
menyebabkan korban sebanyak 34 jiwa. Catatan lainnya adalah jarak luncur lahar
panas yang mematikan itu berkisar 5 -
37,5 km dari puncak gunung. Pemerintah sudah menetapkan kawasan rawan bencana
Gunung Kelud, yaitu kawasan radius 2 km dari puncak, yang selalu terancam awan
panas, gas beracun, lahar letusan, dan kemungkinan aliran lava. Kawasan ini
disebut sebagai Kawasan Rawan Bencana III (KRB III).
KESIMPULAN
Manusia
dan kegelisahan merupakan suatu hal yang sangat berkaitan erat. Kegelisahan, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, dan
cemas. Merupakan perasaan seseorang yang sedang merasakan kegelisahan.
Biasanya karena merasa tidak bisa melakukan sesuatu yang akan
dikerjakannya pada masa depan.
Usaha untuk menghilangkan kegelisahan semua itu bergantung pada diri kita
sendiri. Kita harus
bisa memerangi ketakutan
itu agar kita bisa tenang dan
bisa menghilangkan rasa gelisah
tersebut. Selain kegelisahan,
terdapat juga beberapa kondisi yang sudah sangat sering kita rasakan, yaitu perasaan
ketika kita merasa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian. Keterasingan itu
sendiri ialah kondisi dimana seseorang merasa terpisahkan atau merasa terpencil
baik itu dalam pergaulan, keluarga, dll. Sedangkan kesepian adalah suatu bentuk
perasaan yang merasa diri kita selalu merasa kosong walaupun terdapat banyak
teman atau keluarga yang menemani disisi orang tersebut. Terdapat juga kondisi
di mana kita merasakan ketidakpastian, yaitu kondisi dimana seseorang merasa
tidak menentu tanpa arahan yang jelas. Hal ini disebabkan karena pikirannya
yang sedang tidak dalam konsentrasi penuh, sehingga ketidakpastian pun terjadi.
Kondisi-kondisi tersebut, dapat di ringankan dengan mengisi pikiran kita dengan
hal-hal yang positif, sehingga dapat memberikan kita sugesti yang baik terhadap
diri kita sendiri. Dengan demikian, persaan-perasaan tersebut akan berkurang
sedikit demi sedikit hingga akhirnya kita tidak merasakan kondisi seperti itu
lagi.
DAFTAR
PUSTAKA